[Agama] Panduan Praktis: Lima Adab Penting Agar Doa Lebih Mustajab
Jakarta — Sejumlah ulama menegaskan lima adab penting yang perlu diperhatikan umat Islam agar doa yang dipanjatkan lebih bernilai dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Adab tersebut meliputi cara memulai doa, posisi tubuh, cara mengucapkan doa, sikap batin, hingga penutup doa. Kelima adab ini didukung oleh dalil Al-Qur’an, hadis, serta pandangan para pembina majelis ilmu.
1. Memulai Doa dengan
Pujian kepada Allah dan sholawat
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Nabi SAW menganjurkan agar doa diawali dengan memuji Allah dan berselawat kepada Nabi.
“Pujian dan selawat menjadi adab sebelum menyampaikan permohonan,”ujar Ustaz Ahmad Zainuri, pengajar fikih di Jakarta Selatan.
Ustaz Fahmi Ar-Rahman
menambahkan:
“Sholawat ibarat pembuka
rahmat. Banyak ulama menyebut doa tanpa sholawat akan terhijab.”
2. Menghadap Kiblat dan
Mengangkat Tangan
Hadis riwayat Muslim menggambarkan Nabi SAW berdoa di Arafah dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan. Gestur ini dianggap sebagian ulama sebagai bentuk ketundukan.
“Mengangkat tangan adalah simbol kerendahan hati, sedangkan kiblat memperkuat orientasi ibadah,” kata KH Rasyid Maulana, pimpinan majelis taklim di Depok.
Ustazah Maryam Lubis
menilai:
“Arah kiblat membantu
fokus batin. Orang lebih mudah khusyuk.”
3. Berdoa dengan Suara
Lembut, Rendah Hati, dan Penuh Keyakinan
QS. Al-A’raf ayat 55
memerintahkan agar berdoa dengan merendahkan diri dan suara lembut. Hadis
riwayat Tirmidzi menyebutkan bahwa seorang Muslim harus yakin Allah akan
mengabulkan doanya.
“Doa lirih itu bukan
tanda lemah, tetapi kedekatan,”jelas Ustazah Nur Laili.
Dr. Husein Al-Faruqi,
dosen studi Islam, mengatakan:
“Kerendahan hati
membantu ketulusan. Keyakinan adalah inti dari doa.”
4. Tidak Tergesa-Gesa
Mengharapkan Pengabulan
Hadis riwayat
Bukhari-Muslim menyebutkan bahwa doa bisa tertolak jika seseorang tergesa-gesa
dan merasa doanya belum dikabulkan.
“Kadang Allah memberi
jeda agar seseorang belajar sabar. Penundaan bukan penolakan,”ujar Ustaz Hilmi
Fahreza.
Hadis lain menjelaskan
bahwa doa dapat dikabulkan segera, ditunda, atau diganti dengan kebaikan yang
lebih besar.
5. Menutup Doa dengan Selawat dan Ucapan Amin
Riwayat para sahabat
menunjukkan Nabi SAW menutup doa dengan selawat. Ucapan “amin” menjadi bagian
dari penegasan permohonan.
“Selawat melengkapi doa.
Amin adalah bentuk kesungguhan seorang hamba,”kata Syekh Fadhil Al-Hakim.
Penguatan Dalil Tambahan
• QS.
Ghafir: 60 — “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.”
• Hadis
riwayat Ahmad — Doa seorang Muslim tidak akan sia-sia: dikabulkan, ditunda,
atau diganti kebaikan lain.
Ulama menegaskan bahwa adab-adab tersebut bukan syarat wajib dikabulkannya doa, namun merupakan sunnah yang menjaga kualitas ibadah. Adab doa membentuk sikap rendah hati, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah sehingga seorang Muslim dapat menjalani ibadah dengan lebih penuh penghayatan.
Komentar
Posting Komentar